Dadu sebagai Media Terapi Sensori dan Kognitif yang Ramah

Bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus (seperti ADHD atau Autism Spectrum Disorder) di Indonesia, fokus pada satu aktivitas terstruktur dalam waktu lama sering kali menjadi tantangan yang cukup berat. Desa55 Para praktisi terapi anak dan guru sekolah luar biasa (SLB) menemukan bahwa penggunaan media dadu berukuran besar dengan warna-warna kontras dapat menjadi alat bantu terapi yang sangat efektif untuk melatih fokus perhatian, koordinasi mata-tangan, serta kontrol emosi anak secara perlahan.

Aktivitas “Menangkap Dadu” untuk Melatih Respon Motorik

Salah satu bentuk terapi sederhana yang menyenangkan adalah permainan menangkap dadu busa besar. Terapis melempar dadu empuk ke arah anak secara perlahan. Anak diminta untuk menangkapnya, lalu melihat angka atau simbol warna yang muncul di bagian atas dadu tersebut. Tugas sederhana seperti menyebutkan warna yang muncul melatih anak untuk memproses stimulasi visual secara cepat dan memberikan respon kognitif yang tepat dalam suasana bermain yang bebas tekanan.

Melatih Regulasi Emosi Melalui Konsep Menang dan Kalah

Permainan dadu kelompok kecil juga melatih anak dengan kebutuhan khusus untuk belajar beradaptasi dengan situasi sosial yang nyata. Menunggu giliran melempar dadu mengajarkan konsep kesabaran mengantre. Sementara hasil dadu yang acak melatih ketahanan emosional anak saat menghadapi ekspektasi yang tidak sesuai (misalnya ketika menginginkan angka besar namun yang muncul justru angka kecil). Desa55 Pendekatan humanis berbasis dadu ini membantu mempersiapkan mental anak agar lebih siap berinteraksi di lingkungan masyarakat luar.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version